≡ Menu

Anak Adalah Rahmat Allah. Ia Juga Amanah Allah. Jagalah Dan Berbahagialah


ANAK ITU RAHMAT DARI ALLAH
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أصحاب استاذ حذري البنداني

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن وَالَاهُ

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu menceritakan :

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi baginda ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku mempunyai 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu baginda bersabda, ” Sesiapa yang tidak merahmati ( menyayangi ) maka dia tidak akan dirahmati” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Penjelasan :

Wahai saudara-saudaraku yang beriman!, semoga Allah merahmatiku dan kalian semua. Semoga kita sentiasa dilimpahi dengan perasaan kasihan belas kepada setiap insan terutamanya kepada anak-anak kecil yang suci dari sebarang dosa. Mereka sentiasa dalam belaian kasih dan rahmat Allah. Lantaran itu memeluk cium mereka, membelai mereka, mendukung dan mengendong mereka dengan penuh kasih sayang akan mengundang rahmat Allah…

Kita sering tertipu oleh hawa nafsu dan syaitan yang menghasud kita berlaku kasar dan keras terhadap anak-anak ini. Sememangnya syaitan sentiasa berusaha untuk menjauhkan kita dari rahmat Allah.. Ingatlah saudaraku sekalian jangan sekali-kali tertipu dengan tipu daya syaitan..layanilah anak-anakmu dengan penuh kasih sayang kerana padanya rahmat Allah.

Ibnu Batthool rahimahullah berkata, “Menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya, dan bersikap lembut kepadanya termasuk dari amalan-amalan yang diridhai oleh Allah dan akan diberi ganjaran oleh Allah. Tidakkah engkau perhatikan Al-Aqro’ bin Haabis menyebutkan kepada Nabi bahwa dia memiliki 10 orang anak lelaki tidak seorangpun yang pernah dia cium, maka Nabipun berkata kepada Al-Aqro’ (( sesiapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayang)).

BACA:  Petua Awet Muda Menurut Islam

Sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan teladan yang paling besar buat kita, maka hendaknya kita meneladani baginda dalam menyayangi anak-anak baik masih kecil mahupun yang besar, serta berlemah lembut kepada mereka” (Syarh Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Batthool, 9/211-212)

Akibat berkasar dengan anak-anak :

Ketahuilah wahai saudara saudaraku yang beriman.. setiap perilaku kita terhadap anak-anak umpama melakar potensi , sikap, cara berfikir dan bertindak anak-anak pada masa akan datang.. sekiranya anak-anak dididik dengan leteran mereka juga akan jadi orang yang kuat beleter, yang selalu ditengking juga akan kuat menengking, yang selalu dipukul tak mustahil akan jadi seorang pemarah dan kaki pukul..kekerasan yang dilakukan oleh kita penyebab kasih sayang tercabut dari hati kita dan hati anak-anak.. bukankah nabimu pernah menyebut hal ini?

Dari Sayyidah ‘Aisyah Radhioyallahu ‘Anha berkata :

جَاءَ أَعْرَابِى إِلَى النَّبِى صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ ، فَمَا نُقَبِّلُهُمْ ، فَقَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

“Datang seorang arab badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak lelaki?, kami tidak mencium mereka”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Aku tidak boleh berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat ( sayang ) dari hatimu” (HR Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317)

Bersikap kasar kepada anak-anak itu petanda rahmat Allah dicabut dari hati kita. Bahkan ia memberi kesan kepada anak-anak itu sendiri bila kasih sayang dirampas dari kehidupan mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan :

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Tidaklah kelembutan pada sesuatu itu kecuali ia akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu itu kecuali akan merosakkannya”

Penyayangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pernah suatu hari ketika Nabi sedang sujud tatkala baginda mengimami para sahabat, datanglah Al-Hasan bin Ali bin Abi Thoolib, lalu Al-Hasan menaiki belakang Nabi yang sedang sujud. Baginda memanjangkan sujudnya sehingga para sahabat kehairanan. setelah selesai solat mereka berkata :

هَذِهِ سَجْدَةٌ قَدْ أَطَلْتَهَا، فَظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ، أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ

BACA:  Debaran Malam Pertama Di Alam Barzakh Yang Ramai Takut Dan Tak Mampu Bayangkan

“Wahai Rasulullah, engkau telah memanjang sujudmu, kami mengira telah terjadi sesuatu atau telah diturunkan wahyu kepadamu”, Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka :

ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ، وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ

“Bukan sedemikian sebabnya…, akan tetapi cucuku ini menjadikan aku sebagai tunggangannya, maka aku tidak suka menyegerakan dia hingga ia menunaikan kemahuannya” ( mafhum dari hadis riwayat Ahmad no 16033 dengan sanad yang shahih )

Begitulah keluhuran akhlak yang baginda tunjukkan. Qudwah yang melahirkan insan-insan penyayang dan sentiasa dirahmati Allah. Tiliklah dalam kehidupan bermasyarakat hari ini. Anak-anak yang sopan, beradap dan Berjaya menjadi manusia itu lantaran didikan penuh rahmat dan kasih sayang dari ibu bapa dan para guru yang penyayang.

Kesimpulan :

Wahai saudara-saudaraku!, Persiapkan dirimu untuk disayangi dengan terlebih dahulu bersikap menyayangi mereka yang memerlukan kasih sayang terutamanya anak-anak kecil, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang lemah. selangkah kita menghampiri mereka itu dengan kasih sayang .. selangkah juga kita menghampiri rahmat Allah yang amat kita harapkan. Pandanglah mereka dengan perasaan adanya rahmat Allah pada mereka.

Pernah atau tidak, ketika kita menghadapi kesulitan hidup.. kita pulang ke rumah .. lihat anak-anak dengan penuh kasih sayang.. kita peluk cium mereka.. ? tidak mustahil ia menjadi asbab segala musibah dan masalah kita diangkat oleh Allah dengan perbuatan itu.. kerana kita baru mengundang pandangan rahmat Allah…mari sama-sama amalkan.

Ya Allah Yang Merajai langit dan bumi, rahmatilah kami dengan rahmatmu, curahkanlah rasa kasih sayang ke dalam hati kami agar kami sentiasa menjadi hamba-Mu yang berkasih sayang. Anugerahkanlah zuriat keturunan kepada sahabat-sahabat kami yang belum berzuriat , agar mereka juga beroleh rahmat-Mu dari zuriat keturunan mereka. Hidupkanlah kehidupan kami dengan akhlak dan kecintaan kekasih-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.. amen..

doakan istiqamah.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , والعفو منكم….

Sumber

Minat menulis artikel? Inilah peluang untuk anda. Hantar artikel anda di sini: www.islamituindah.info/hantar-artikel


error: Content is protected !!